Setelah melalui proses akan persalinan, biasanya bentuk tubuh sang ibu belum kembali seperti semula. Padahal, naiknya berat tubuh tetunya bisa mengurangi rasa percaya diri si ibu. Berat badan yang ideal tentu ingin didapat kembali. Untuk menyiasati hal ini, biasanya beberapa cara pun ditempuh, misalnya dengan mulai rutin berolah raga, hingga mengonsumsi jamu tradisional pelangsing tubuh atau jamu bersalin.

Mengonsumsi jamu-jamuan tradisional jamu bersalin ini, bagi sebagian para wanita indonesia sudah mengenal dan sudah dijadikan sebuah tradisi dari para leluhur secara turun-temurun. Jamu ini juga banyak ragamnya, untuk jamu bersalin ini biasanya terdiri dari jenis jamu susut perut, piling, tapel, parem dan stagen bengkuang. jamu-jamuan tersebut memiliki akan manfaat utama sebagai mengembalikan kondisi fisik dan psikis si ibu seperti semula setelah melahirkan, bisa menyembuhkan luka, membersihkan darah, mengembalikan kondisi rahim seperti semula, dan yang terutama bisa menurunkan berat badan supaya bisa tampak lagi seperti saat gadis atau belum menikah.

Akan tetapi, yang kerap menjadi kekawatiran pada saat mengonsumsi jamu bersalin ini, sebuah pertanyaan yang sering timbul adalah "apakah jamu bersalin yang dikonsumsi bisa mengubah akan kualitas asi?" Hal ini dipertanyakan pasalnya apa yang dikonsumsi oleh ibu, tentu bisa berpengaruh kepada bayinya. Namun pertanyaan tersebut sudah bisa diungkap, karena faktanya jamu bersalin tidak membawa pengaruh yang buruk pada asi, melainkan bisa memperlancar produksi asi.

Seorang ibu yang menyusui, tentu memperoleh banyak sekali manfaat dari jamu bersalin yang dikonsumsi. Karena  kandungan akan jamu bersalin ini terbuat dari bahan herbal alami seperti halnya unyit, pegagan, jungrahap dan temulawak. Manfaat alami jamu bersalin ini sangat berguna sekali sebagai penyembuh luka serta memperlancar peredaran darah sehabis proses persalinan. Jahe, kencur, klabet, dan sereh sebagai bahan dasar utama jamu ramuan madura karena berfungsi meredakan pegal-pegal dan memperbaiki peredaran darah. Ganthi, kencur, kunyit, papermint dan kenanga di dalam pilis yang bermanfaat meredakan rasa pusing dan mencegah sel darah putih naik ke kepala.